Vertical Globe Comrades

Jumat, 29 Agustus 2008

Antara kita dan nuklir

energi nuklir di indonesia? what a great idea,,,
nuklir= effisien,radiasi,kerusakan alam
gw waktu ngobrol2 ama temen gw tentang PLTN yang rencananya bakal dibangun di Pulau jawa, di lereng gunung muria, temen gw yg anak geologi komentar kenapa gak di kalimantan aja soalnya leih aman, jauh dari patahan, gw komentar gak effisien bung, biayanya bakal lebih besar,,,
nuklir, bakal jadi gak ya?

Jumat, 22 Agustus 2008

Bingung

pernah suatu hari gw dirremehein ama smua orang yg gw temuin, smua. gw pikir gw udah remeh gak usah diremehin juga, tapi waktu diremehin orang secara terang2an dpan gw rasanya kok aneh, serasa jadi makin gak berharga aja gw ini. sebenernya gw udah capek banget ama smuanya, sayang nya gw blum bisa pulang, masih banyak urusan yang blum slese, lagian gw harus nunggu dipanggil dulu ... jujur gw bingung, mo apa mo gimana, gw ngerasa marah ama smuanya, tapi nyatanya gw marah ma gw ndiri, gw bingung harus apa...........

Jumat, 25 Juli 2008

Kok Gay

Liat berita tentang kasus pembunuhan berantai di Jombang. aneh bin ajaib, disambungin ama urusan kaum homo, gw jadi tau klo di surabaya ada komunitas gay (pake nerbitin majalah segala, namanya G.A.Y.A). Kok bisa ya di indonesia yang berasaskan pancasila, yang sila pertamanya ketuhanan yang maha esa, ada komunitas menyimpang di cuekin aja. ck..ck...ck... indonesia...indonesia

Jumat, 25 April 2008

Ada apa dengan Ahmadiyah???

Assalamualaikum

Sejak beberapa tahun ini, Ahmadiyah sering tampil. Mulai dari kontroversi sampai kisah kekerasan turut serta. Kadang-kadang negara ini,ehm,bukan...bangsa ini suka agak gak logis, secara Ahmadiyah itu udah jadi aliaran terlarang diluar negri dari jaman Suharto (kalo gak salah) tapi di Indonesia baru diangkat, itu juga masih jadi kontroversi.

Berhubung ini negara hukum, rasanya nggak lucu kalo kita harus ribut dengan saudara sebangsa dan setanah air. Coba inget-inget, seberapa sering kita sesama saudara ribut kalau dirunut dari sejak awalnya Indonesia merdeka sampai sekarang. Pasti kita inget G30S/PKI atau PRRI atau DI/TII atau yang masih fresh kayak kejadian mei '98,tragedi Sampit,Poso,Ambon belum lagi ribut pilkada,bla..bla,,,

Kayaknya di Indonesia itu yang namanya damai, musyawarah, gotong royong, tenggang rasa, tepo seliro, lapang dada, intinya adalah ppkn/PMP/apapun itu udah gak dikenal lagi. Seperti kata orang bijak, hidup itu seperti roda, kadang diatas lalu kebawah, kadang beradab lalu kembali ke jaman jahilliah berpikiran bar-bar,primitif,gak pake otak apalagi hati,otot ama ngotot yang bicara.

Yaudah sekarang udah siang,ayam aja udah pada ngeceng, jadi ayo kita bangun, buka mata ini nyata hanya di Indonesia (seputar indonesia banget). Tapi serius, tetengga kita Singapura,Malaysia udah pada jadi majikan, lha kita baru jadi babu aja bekoar-koar,malu ama sejarah ah.

Ok kembali ke topik, tentang Ahmadiyah, kenapa juga harus pake anarki buat ngadepin Ahmadiyah, padahal kan Rasul juga gak ngajarin anarki, bukannya ngebela Ahmadiyah tapi ini masalah iman mereka. Kalau dilihat dari syariah, ilmu saya belum cukup untuk itu. Tapi yang pasti, selesaikanlah masalah secara dingin, jangan berlebihan, sungguh Allah membenci yang berlebih-lebihan, selesaikan dengan otak,dengan hati,dengan damai, bukan dengan otot,nafsu dan anarki. Semoga kita saudara sebangsa dan setanah air dapat kembali berdamai. -vq-

Wallahualam bishawab

wassalamualaikum

Kamis, 24 April 2008

Tumpahan Hati (Ymer)

Semangatlah komrad( Part1)

Hidup itu melelahkan. Membuat jenuh. Berat. Penuh risiko, dan seringkali kita kesal dengan apa yang terjadi pada hidup kita.

Jika anda sedang memiliki masalah —terutama berkaitan dengan kejenuhan hidup—silakan teruskan membaca artikel ini. Tapi, jika anda tidak memiliki masalah, terlebih sedang bersenang-senang saat ini, saya ikut bahagia atas kesenangan anda, dan jangan lupa untuk bersyukur kepada tuhan—apa pun kepercayaan anda.

Jika memiliki masalah berat, terkadang saya ingin sesekali berganti tubuh dan menjadi orang lain agar bisa mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan orang lain yang tidak saya dapatkan jika saya tetap berada pada tubuh ini.

Bagaimana dengan anda? Pernah merasa demikian?

Itukah masalahnya? Kebahagiaan? Well, tidak semua masalah berujung pada kurangnya kebahagiaan.

Bagaimana definisi orang yang berbahagia menurut anda?

Serta-merta anda menjawab: tentu orang yang berbahagia adalah orang yang tidak kekurangan suatu apa pun dalam hidupnya. Segala kebutuhannya mampu ia penuhi.

Uang, cinta dari orang yang ia harapkan mencintai kita, hiburan, kehormatan, kesehatan untuk dapat menikmati itu semua, dan yang terakhir—yang sering kita lupakan entah dengan sengaja atau tidak—adalah kebahagiaan saat kita beribadah. Berinteraksi dengan Sang Pencipta. Menyadari arti bahagia sesungguhnya.

Tapi tunggu dulu, mari kita terlebih dahulu ber-hedonis ria sejenak, sebelum berangkat pada nilai-nilai yang akan saya coba berikan di belakang. Saya tidak bermaksud menganggu pikiran anda, sungguh. jika anda memiliki waktu luang yang cukup, silakan membaca artikel ini..

Ini adalah sebuah pengalaman yang mungkin bisa anda ambil sedikit hikmahnya.

Ada masanya dulu ketika saya ingin sekali bertukar kehidupan dengan orang lain yang sukses, dalam segala hal secara duniawi. Berparas menarik, kaya, dihormati, mendapat pasangan hidup sesuai dambaan, terkenal, teman yang banyak dan—tentu saja—sehat untuk bisa berhura-hura menikmati hidup. Ingin sekali saya mendapatkan kesempatan itu.

Sekali lagi Bagaimana dengan anda?

Oke, mari kita pertegas maksud dari tulisan yang bukan-bukan ini.

Jika anda saat ini berada dalam keadaan serba berkecukupan—bahkan lebih, memiliki apa yang anda inginkan—dengan kata lain sedang menikmati hidup. Ingatlah, saudaraku seAdam, bahwa hidup ini tidak akan abadi. Waktu semakin hari semakin habis. Tidak ada keadaan yang pasti dalam hidup ini. Bahkan jika anda sedang berada pada posisi paling tinggi dan nyaman sekalipun, semuanya akan berakhir, karena anda akan mati. Silakan melupakannya tapi tetap anda akan mati suatu saat nanti.

Jika anda sedang dalam keadaan tertekan, depresi, ingin membaca sesuatu untuk anda jadikan sedikit dukungan moril, maka andalah sasaran saya menulis. Nah, mari kita mulai

Kita terlalu hebat dan terlalu luar biasa untuk menyerah begitu saja kepada kehidupan. Bekal yang Tuhan berikan sangat lengkap untuk kita kembangkan menjadi sesuatu yang bisa membuat kita sangat menikmati, dan menghargai hidup.